Friday, June 2, 2017

JADILAH CINTA YANG SEMPURNA



Banyak orang mungkin yang berfikiran untuk mengobati rasa sakit hati karena putus cinta dengan mendapatkan cinta yang baru. Akupun demikian, setelah setahun lalu aku merasakan pahitnya dihiananti dan disakiti, bisa dikatakan sakit hati itu merupakan rasa yang teramat sangat melebihi sakit hati yang sebelumnya aku rasakan. Lebih dari tujuh tahun aku mengenalnya dan hampir enam tahun aku menjalin hubungan yang spesial dengan nya dan hampir berlanjut ke jenjang yang lebih serus lagi, jenjang yang banyak orang atau pasangan kekasih harapkan. Namun semua itu harus pupus, patah, robek dan terbakar di ujung penantian yang sangat panjang. Hal itu membuatku seolah-olah terbangun dari mimpi indah yang panjang dan setelah aku bangun aku harus menyadari semua itu hanya mimpi. Dan aku harus menerima realita bahwa saat ini dia tidak lagi bersamaku.
Hampir setahun berlalu semua mimpi yang menjadi kenagan itu masih saja terus bergelanyut dalam fikiran, dan terkadang aku dipaksa harus kembali kemasa lalu yang seakan-akan aku tak mampu untuk menjalani hidup dimasa yang nyata ini. Banyak hal yang aku lakukan hanya untuk mengobati rasa sakit yang menyayat dihati, seperti lelaki pada umumnya akupun juga ingin mengobati sakit hatiku dengan menjalani cerita palsu dengan wanita lain, dan ingin segera menunjukan kepadanya bahwa aku juga bisa mendapatkan wanita lain selain dia, dan berharap sakit hatiku akan segera sembuh dengan melakukan hal demikian. Namun semua itu sia-sia aku tidak bisa melakukan hal itu, sebab aku sadar cinta bukanlah sebuah permainan. Sebelumnya aku memang orang yang mudah sekali jatuh hati dan mudah melupakan sakit hati yang pernah dirasa, namun tidak kali ini aku membutuhkan waktu yang sangat lama sampai akhirnya aku bertemu dengan cintaku yang baru.
Cintaku yang baru ini memberikanku kesadaran bahwa untuk mengobati sakit hati tidaklah harus dengan memaksa hati orang lain untuk mencintaiku atau dengan memaksa mendatangkan cinta yang baru. Cara yang baik dalam mengatasi sakit hati ini ialah dengan menerima, menyadari, dan memaafkan diriku sendiri karena aku telah memberikan dan menaruh cinta kepada wanita yang salah.
Tuhanlah yang menurunkan cinta kepada hati setiap manusia melalui malaikat-malaikatnya, untuk itu aku harus mampu menjaga cinta ini hingga akhirnya tuhan benar-benar mempertemukan ku dengan wanita yang memiliki cinta yang sama denganku, dan aku berharap kaulah wanita yang tuhan krimkan untuk menyempurnakan kepingan hati ini hingga menjadi sebuah cinta yang baru yang sempurna.
Jafar/5/19/17

Sunday, May 28, 2017

KEPINGAN PUZZLE CINTA



Apapun yang terjadi saat ini hidup harus terus berjalan dan tetap menjalani hidup. Mungkin istilah itu yang tepat dalam mengambarkan situasi yang aku alami. Yang namanya masalah akan terus datang silih berganti, namun siapa yang tau ditengah badai masalah yang datang distu terdapat kepingan cinta yang aku temui, yah ibarat sebuah puzzle, aku menemukan kepingan cinta yang dapat aku susun untuk melengkapi puzzle cinta yang belum sempurna ini.
Kepingan cinta yang aku temukan ini seakan memberikan babak baru dalam sebuah cerita tentang cinta, tentang kekecewaan, tentang penghianatan, dan tentang luka hati. Saat ada cinta yang pergi hati akan merasa ada yang hilang, dan aku harus segera menyadari bahwa kepingan hati yang hilang tidaklah sesuai dengan kepingan hati yang aku cari, dan aku tidak boleh memaksakan kepingan yang tidak cocok untuk aku pasang karena itu akan merusak puzzle cinta yang sudah aku susun dan seperti itu seterusnya sampai akhirnya aku menemukan kepingan yang benar-benar sesuai dan cocok  untuk menutup puzzle cinta ini.
Cinta memang bukan untuk coba-coba, namun tidaklah salah jika kita harus mencoba mencari cinta dan menaruhnya dalam hati, jika sesuai semoga itu merupakan takdirmu, jika tidak masih banyak cinta yang harus dicari. Cinta memiliki tujuan untuk saling membahagiakan, juga untuk saling melengkapi kepingan cinta yang hilang.
Kepada siapa kita kan jatuh cinta atau kapan dan saat seperti apa kita akan jatuh cinta tidak ada yang tahu, karena itu merupakan hak tuhan untuk menurunkan cinta kepada siapa dimana dan kapan saja. Akupun demikian selalu bertanya siapa orang yang memiliki potongan hati yang hilang ini, aku ingin segera menemukannya, ingin segera aku pasang agar cinta ini menjadi lebih sempurna, meski telah banyak goresan luka didalamnya.
Jafar/5/19/17

Sunday, May 14, 2017

Sebuah Buku Untukmu…




Sejak sedari tadi aku berniat menulis tentangmu, namun aku masih memegang buku yang aku beli kemarin, sengaja memang karena saat aku melihat buku ini aku teringat akan dirimu. Aku membulatkan tekatku untuk menyelesaikan membaca buku ini karena isi dari buku ini sangat menginspirasiku untuk menulis semua tentang dirimu, dirimu yang sejak beberapa hari ini menjadi alasanku untuk tetap tersenyum ditengah badai permasalahan yang sedang terjadi. Dalam pengatar buku ini terdapat pesan dari sang penulis
“Jika kamu membaca buku ini. Saya berharap, berikan juga kepada orang yang kau cintai. Sebab beberapa tulisan ini memang isi hati yang kadang tidak bisa diungkapkan kepada seseorang”.
Karena aku ingin menyampaikan sesuatu namun belum dapat terucap melalui lisan  maka aku ingin menghadiahkan buku ini kepadamu. Meski kamu pernah mengatakan bahwa kamu bukan orang yang suka membaca, karena membaca membuatmu mengantuk. Namun aku berharap suatu saat kamu mau membaca buku ini dan dapat menenghibur dan jadi penyemangat diwaktu jenuhmu, meski akhirnya kamu akan lebih memilih memutar film korea yang ada dilaptopmu dan mengabaikan buku ini. Dan seperti aku baca dalam buku ini
“Tidak ada yang bisa menerka kapan cinta memilih jatuh pada seseorang. Namun, bukankah saat ia terasa kita selalu punya alasan untuk menjaga? hanya saja tidak semua bisa dikatakan. Meski dikatakan atau tidak, perasaan suka tetaplah perasaan suka. Saat perasaan itu jatuh dihatimu. Kau selalu diberi pilihan. Membiarkan perasaan itu tetap terpendam di hati. Atau menyatakannya kepada seseorang yang membuatmu jatuh hati”
Sehingga aku memutuskan untuk memberikan buku ini kepadamu, aku tidak mau terlalu cepat berkata bahwa yang aku rasa adalah cinta, karena aku ingin semua berjalan dengan semestinya, sesuai dengan rencana tuhan. Mungkin aku dapat mengatakan bahwa aku merasa bahagia karena tuhan telah memperkenalkanmu kepadaku, sehingga aku memberikan buku ini kepadamu. Jika sebagai pernyataan bahwa aku jatuh hati kepadamu, yang pasti kamu akan atau telah berfkiri ini terlalu cepat, wajar karena memang kita belum pernah mengenal satu sama lain, kita baru sebatas kenal. Namun, aku yakin tuhan mempunyai rencana yang baik dibalik pertemuan dan perkenalan kita. Oleh sebab itu aku mengabadikan semua tentangmu dalam sebuah tulisan yang mungkin suatu saat akan kau baca dan tanpa kau sadari aku sedang menceritakan tentang perasaanku pada dirimu, tentang pertemuan dan perkenalan kita.
Jafar 5/15/17 3:12

Thursday, May 11, 2017

Kembalinya Rasa Cinta



Siapa yang tidak pernah merasakan jatuh cinta? Saya rasa semua orang pernah merasakan yang namanya jatuh cinta atau bahkan mungkin sekarang sedang jatuh cinta. Apa sih arti cinta sebenarnya? Saya sendiri sering dibuat bingung dengan yang namanya cinta saya yakin sudah banyak orang yang membahas mengenai cinta bahkan ribuan orang yang membahas mengenai hal tersebut. Saya sependapat jika ada yang memandang cinta sebagai fenomena yang sangat unik fenomena yang dapat merubah perilaku manusia, baik perilaku postif maupun perilaku negative. Terkadang kita juga bertanya darimana datangnya cinta? Banyak yang mengatakan cinta datang dari mata kemudian turun ke hati, ah. . .  masak iya?? Menurut saya tidak, cinta bisa datang dari mana saja, terserah tuhan mau mendatangkan cinta dari mana saja hehehe . . .bisa melalui sentuhan, bisa melalui pendengaran, dari manapun, itu hak prerogative tuhan karena menurut saya tuhan lah yang menganugerahkan cinta pada diri kita entah sebagai penerima atau pemberi cinta.
“Cinta adalah satu-satunya kebebasan di dunia kerana cinta itu membangkitkan semangat hukum-hukum kemanusiaan dan gejala alami pun tak mampu mengubah perjalanannya” (Kahlil Gibran). Sama seperti yang saya rasakaan saat ini, dimana saya merasa yakin bahwa saya sedang merasakan yang namanya jatuh cinta meski bukan yang pertama kali saya merasakan hal seperti ini namun cinta ini datang tidak seperti yang pernah saya rasakan sebelumnya, cinta yang datang di tengah-tengah kemelut emosi yang berkecamuk, yang sangat membuat lelah, namun datangnya cinta ini menjadi sebuah pembeda dan menjadi hal yang menyejukan. Pengalaman masa lalupun membuat saya ragu untuk menyatakan cinta ini, dapat dikatakan ada trauma masa lalau dalam hal percintaan yang manjadikan saya takut untuk mengungkapan perasaan ini. Namun dalam keraguan ini, masih terpancar sedikit harapan agar cinta ini tidak kembali bertepuk sebelah tangan seperti yang sudah-sudah.
Seperti yang dikatakan Kahlil Gibran “Orang yang bahagia bukanlah mereka yang selalu mendapatkan keinginannya, melainkan mereka yang tetap bangkit ketika mereka jatuh, entah bagaimana dalam perjalanan kehidupan” begitu pula dengan cinta ini aku belajar lebih banyak tentang diriku sendiri tentang cinta dan menyadari bahwa penyesalan akan cinta tidak seharusnya ada, cintaku akan tetap dihatinya sebagai penghargaan abadi atas pilihan-pilihan hidup yang telah aku buat.
‘’Seperti halnya pelangi cinta juga mempunyai banyak warna, ibarat pelangi pula cinta datang dalam waktu yang singkat untuk memberi keindahan dalam hati.’’ Yang pasti cinta membutuhkan proses, dan bisa jadi proses itu sendiri merupakan cinta yang tidak kita sadari.

Sunday, May 7, 2017

Jangan Kau Merampas Hak Prerogatif Tuhan



Jangan Kau Merampas Hak Prerogatif Tuhan
Banyak sekali peristiwa yang saya alami selama satu-dua tahun ini, banyak pula peristiwa yang menyita perhatian saya, yang membuat lelah fikiran, lelah perasaan, membuat depresi, frustasi, dan hampir membuat saya gila. Dapat saya katakan bahwa tahun 2016-2017 ini menjadi tahun-tahun yang sangat krusial dan penuh dengan drama yang bisa jadi peristiwa dalam tahun 2016-2017 ini menjadi tahun yang sangat “berkesan” dalam sejarah hidup saya ini.
Dari beberapa peristiwa yang saya alami ada beberapa point yang membuat saya kembali pada kehidupan normal saya meskipun tidak sepenuhnya normal, yang pertama  “masalah saya ada pada orang lain dan masalah orang lain ada pada saya” dan “jika saya ingin menyelesaikan masalah saya, saya juga harus turut andil dalam menyelesaikan permasalahan orang lain” dalam hal ini bukan berarti meninggalkan permasalahan yang terjadi pada diri sendiri, namun ketika saya membantu menyelesaikan permasalahan orang lain saya mempunyai keyakinan bahwa tuhan juga akan membantu saya dalam menyelesaikan permasalahan saya melalui orang lain, yang saya butuhkan adalah kesabaran yang ekstra tinggi dalam menghadapi segala macam permasalahan, baik itu permasalahan yang ada dalam diri sendiri maupun yang ada pada orang lain yang ada dalam lingkaran saya.
Yang kedua adalah “libatkan tuhan dalam setiap permasalahan yang dihadapi” saya mempunyai pandangan bahwa permaslahan yang saya hadapi ini adalah ujian dari tuhan dan untuk menyelsaikan masalah yang saya hadapi saya juga harus melibatkan tuhan didalamnya, yang pada hakekatnya tuhan tidak butuh untuk berada dala permasalahan saya namun saya yang membutuhkan tuhan untuk berada dalam permasalahan saya, karena sesunguhnya cobaan/ masalah yang datang merupakan cara tuhan mentuk menguji seberapa baik saya mengenal tuhan saya.
Yang ketiga “jangan menyalahkan takdir” dalam hal ini saya tidak boleh berfikiran bahwa kegagalan yang saya hadapi merupakan takdir dari tuhan namun saya harus berfikir bahwa kegagalan yang terjadi karena usaha saya yang kurang maksimal, karena tuhan tidak pernah salah dalam menentukan semua hal, termasuk apa yang sedang terjadi pada saya saat ini, kebenaran adalah hal mutlak yang dimiliki tuhan dan ada pada tuhan seutuhnya karena apa yang sudah ditentukan tuhan pada diri saya merupakan hal terbaik yang diberikan tuhan terhadap saya.
Dan hal terakhir yang sering saya fikirkan adalah “jangan merampas hak prerogatif tuhan” yang satu ini berkaitan dengan keimanan saya, yang mana ini berdasarkan apa yang pernah saya alami sendiri yakni keimanan saya dihakimi oleh sesama manusia, disini saya kurang sepakat jika manusia satu harus menghakimi manusia lain karena keimanannya, karena siapa yang tahu taraf keimanan dari seorang manusia kepada tuhannya? apakah dengan sering datang ke tempat ibadah harus dikatakan memiliki keimanan yang baik dari orang yang tidak pernah datang atau jarang berada dalam tempat ibadah? Atau orang yang mendapat gelar dari agama yang dianut dapat dikatakan memiliki keimanan yang baik? Menurut saya tidak karena saya mempunyai pandangan bahwa tuhanlah yang berhak menilai keimanan seseorang, bukan manusia itu sendiri,  karena tuhan maha tahu maha mengerti apa yang ada dalam hati manusia itu.
Initnya adalah masalah di dunia ini akan selalu ada selagi manusia itu hidup di dunia, dan masalah datang untuk diselesaikan bukan untuk dilewatkan, masalah akan datang silih berganti dalam kehidupan ini sampai akhirnya tuhan berkata bahwa waktumu telah habis di dunia ini.