Sejak sedari tadi aku berniat menulis tentangmu,
namun aku masih memegang buku yang aku beli kemarin, sengaja memang karena saat
aku melihat buku ini aku teringat akan dirimu. Aku membulatkan tekatku untuk menyelesaikan
membaca buku ini karena isi dari buku ini sangat menginspirasiku untuk menulis
semua tentang dirimu, dirimu yang sejak beberapa hari ini menjadi alasanku
untuk tetap tersenyum ditengah badai permasalahan yang sedang terjadi. Dalam pengatar
buku ini terdapat pesan dari sang penulis
“Jika kamu membaca buku ini. Saya berharap,
berikan juga kepada orang yang kau cintai. Sebab beberapa tulisan ini memang isi
hati yang kadang tidak bisa diungkapkan kepada seseorang”.
Karena aku ingin menyampaikan sesuatu namun
belum dapat terucap melalui lisan maka aku
ingin menghadiahkan buku ini kepadamu. Meski kamu pernah mengatakan bahwa kamu
bukan orang yang suka membaca, karena membaca membuatmu mengantuk. Namun aku
berharap suatu saat kamu mau membaca buku ini dan dapat menenghibur dan jadi penyemangat
diwaktu jenuhmu, meski akhirnya kamu akan lebih memilih memutar film korea yang
ada dilaptopmu dan mengabaikan buku ini. Dan seperti aku baca dalam buku ini
“Tidak ada yang bisa menerka kapan cinta
memilih jatuh pada seseorang. Namun, bukankah saat ia terasa kita selalu punya alasan
untuk menjaga? hanya saja tidak semua bisa dikatakan. Meski dikatakan atau
tidak, perasaan suka tetaplah perasaan suka. Saat perasaan itu jatuh dihatimu. Kau
selalu diberi pilihan. Membiarkan perasaan itu tetap terpendam di hati. Atau menyatakannya
kepada seseorang yang membuatmu jatuh hati”
Sehingga aku memutuskan untuk memberikan buku
ini kepadamu, aku tidak mau terlalu cepat berkata bahwa yang aku rasa adalah
cinta, karena aku ingin semua berjalan dengan semestinya, sesuai dengan rencana tuhan. Mungkin aku dapat
mengatakan bahwa aku merasa bahagia karena tuhan telah memperkenalkanmu
kepadaku, sehingga aku memberikan buku ini kepadamu. Jika sebagai pernyataan
bahwa aku jatuh hati kepadamu, yang pasti kamu akan atau telah berfkiri ini
terlalu cepat, wajar karena memang kita belum pernah mengenal satu sama lain, kita
baru sebatas kenal. Namun, aku yakin tuhan mempunyai rencana yang baik dibalik
pertemuan dan perkenalan kita. Oleh sebab itu aku mengabadikan semua tentangmu
dalam sebuah tulisan yang mungkin suatu saat akan kau baca dan tanpa kau sadari
aku sedang menceritakan tentang perasaanku pada dirimu, tentang pertemuan dan perkenalan kita.
Jafar
5/15/17 3:12

No comments:
Post a Comment